Bau amonia menyengat dari kandang bukan cuma bikin ternak stres dan gampang sakit, tapi juga sumber komplain warga sekitar. Zeolit terbukti secara ilmiah mampu menjinakkan amonia dari sumbernya — di pakan maupun di alas kandang.
Amonia: Musuh Diam-diam di Setiap Kandang
Setiap peternak pasti akrab dengan bau menyengat yang muncul dari kotoran ternak — itu adalah amonia. Selain mengganggu penciuman, amonia yang menumpuk juga berdampak nyata: ternak jadi mudah stres, saluran napasnya teriritasi, lebih rentan penyakit, dan pertumbuhannya melambat karena energinya habis untuk “bertahan” di lingkungan yang kurang sehat, bukan untuk tumbuh.
Masalah ini makin serius di kandang tertutup atau padat populasi seperti peternakan ayam broiler dan babi skala menengah-besar, di mana ventilasi terbatas membuat amonia gampang terakumulasi.
Bagaimana Zeolit Mengatasinya?
Zeolit punya “daya tarik” alami terhadap ion amonium — bentuk kimia dari amonia. Saat dicampurkan ke pakan (biasanya sekitar 2–4% dari total ransum) atau ditaburkan di alas kandang (litter), zeolit menyerap amonium ini sebelum sempat menguap jadi gas amonia yang berbau. Hasilnya dua arah: pertama, ternak menyerap protein lebih efisien karena nitrogen tidak terbuang percuma; kedua, kandang jadi lebih kering dan minim bau, sehingga lingkungan ternak lebih sehat.
Data yang Bicara
- Penambahan 2% zeolit pada pakan ayam broiler terbukti menurunkan emisi amonia dari kandang, sekaligus memperbaiki bobot badan dan efisiensi konversi pakan.
- Pencampuran zeolit alami sebanyak 38% berat ke kotoran unggas menghasilkan penurunan kehilangan amonia hingga 44%.
- Pada sistem pembuangan kotoran cair sapi perah, filter berbahan zeolit mampu menurunkan emisi amonia hingga 92% di awal masa pakai filter.
Contoh Kasus: Peternakan Ayam yang Akhirnya “Bernapas Lega”
Bayangkan sebuah kandang broiler dengan kepadatan tinggi yang selalu jadi sumber keluhan warga sekitar karena baunya menyebar sampai radius ratusan meter. Setelah peternak menambahkan zeolit 15 gram per kilogram pakan sekaligus menaburkannya di litter kandang (sekitar 1,5 kg/m²), tercatat penurunan signifikan pada kadar amonia udara kandang — plus bonus tambahan: performa pertumbuhan ayam justru membaik karena kadar air dan pH litter lebih terkendali, membuat lingkungan tumbuh lebih nyaman. Prinsip yang sama juga dipakai di sektor perikanan/tambak — zeolit granular yang ditebar ke dasar kolam terbukti menurunkan amonia air tambak udang dan nila hingga puluhan persen, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hewan budidaya.
Kandang Lebih Bersih, Ternak Lebih Sehat, Tetangga Lebih Tenang
Kalau kamu peternak unggas, sapi, babi, atau bahkan pembudidaya ikan/udang yang lelah berurusan dengan masalah bau dan performa ternak yang stagnan, zeolit adalah solusi berbasis sains yang layak dicoba — murah, alami, dan sudah terbukti di berbagai studi lapangan.
Sudah pernah pakai zeolit di kandang atau tambakmu? Share pengalamanmu di komentar. Atau, kalau tertarik konsultasi dosis dan jenis zeolit yang cocok untuk jenis ternakmu, hubungi tim kami sekarang.
Sumber Tulisan
ScienceDirect (2024). Impact of adding zeolite to broilers’ diet and litter on growth, blood parameters, immunity, and ammonia emission.
KMI Zeolite Inc., Feed & Bedding (mengutip studi Kithome et al.).
ASABE. On-Farm Testing of a Zeolite Filter to Capture Ammonia and Odors from a Dairy Manure Flushing System.
ARPN Journal of Engineering & Applied Sciences (2018); Jurnal Perikanan UGM (2021).